Home > Uncategorized > Med Rep Juga Manusia….

Med Rep Juga Manusia….

medrep

Sebuah tulisan kertas kecil di atas, ditulis dengan tangan dan di tempel seadanya di pintu depan sebuah apotek terkenal di Yogyakarta.
Pekerjaan di bidang ini emang menarik untuk di bahas. Ada seorang medrep yang mau “lurus-lurus” aja, eh malah di tegor ma atasnnya “Kok penjualanmu biasa-biasa aja. Nih uang insentifmu kok gak pernah dipake?”.
3 bulan pertama sih masih lurus, berikutnya, ya ikut arus. Ho..ho..

Berikut cerita pengalaman seorang mantan medrep yang saya temui dari sebuha milis.
” Saya jadi medrep th 2000-2002, tapi sejak tahun 2007 saya tinggalkan dunia farmasi. Yang paling bikin bete:
Kalo Nunggu dokter udah lama terus pas pasen abis dokternya bilang : Maaf saya capek sekali ,.. besok saja ya,…

Mau survey apotek, tapi malah ditagih CN hehehe………

Ktemu detailer lain yang sombong,.. ihh terutama anak xxxxx,.. knapa ya mereka gak mau gaul??

Mau parkir tapi penuh,…

Udah keliling2 dapet call sehari cuman 4, padahal harus 12…

Kalo dokternya ditagih resep malah marah2 padahal duit udah ditransfer,.. jijik.., munafik,….

Kalo lagi asik pacaran terus dokter telpon minta temenin (serba salah),…

Kalo lagi detailing, dokternya pura2 gak tau,… ih,.. emangnya dia siapa ya? mentang2 kita butuh, tapi dia pura2 gak tau,.. senyum aja apa salahnya sih? atau bilang saja saya lg tidak mau ditemui,.. daripada dianggurin kaya orang goblok….

Harus deal sama dokter yang mau menang sendiri

Gak punya duit ,.. padahal harus call”

Fenomena Medrep emang menarik untuk di bahas. Di satu sisi perannya sangat besar dalam marketing terutama obat ethical, tapi di lapangan kok “disio-sio” (bahasa jawa).
Tapi aku gak tau, apa semua medrep digituin, ato semua medrep diperlakukan demikian?

Secara jujur saya katakan, bukan pada tempatnya Medrep digitukan. Seperti contoh di apotek di atas, masak masuk aja gak boleh “DAN Harus Menunggu di Luar”. Apa entah? Padahal medrep sebagai mediator kalo apotek or dokter punya gawe ya melalui Medrep. Jadi, harus lebih di”manusia”kan donk ah. Setuju???

Advertisement
Categories: Uncategorized Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.